Pengalihan Lalu Lintas di Tol Sumo untuk Mobilisasi Trafo
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (PT JSM) mengumumkan adanya pengalihan lalu lintas sementara di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto, atau lebih dikenal dengan Tol Sumo. Pengalihan ini berlaku khususnya pada segmen Waru hingga Sepanjang untuk mendukung mobilisasi kendaraan khusus yang membawa trafo.
Direktur Utama PT JSM, D Hari Pratama, menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas ini merupakan bagian dari tahapan mobilisasi yang telah dilakukan dengan lancar pada tanggal 10, 12, dan 14 April 2026. Selanjutnya, pengalihan lalu lintas dijadwalkan kembali pada Kamis (16/4), Sabtu (18/4), dan Senin (20/4) mulai pukul 03.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Waktu Pengalihan untuk Minimalkan Kemacetan
Pemilihan waktu dini hari untuk pengalihan lalu lintas ini dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir dampak kepadatan. Pada jam-jam tersebut, volume kendaraan di ruas tol relatif lebih rendah, sehingga diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan.
Sementara itu, selama proses mobilisasi berlangsung, petugas dari PT JSM bekerja sama dengan Ditlantas Polda Jatim akan bersiaga di lokasi. Mereka bertugas untuk mengatur aliran kendaraan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
Pentingnya Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan
D Hari Pratama menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol merupakan prioritas utama pihaknya. Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pengalihan lalu lintas ini. “Kami sangat menghargai pengertian dan kesabaran pengguna jalan serta meminta mereka untuk selalu berhati-hati,” ujarnya.
PT JSM juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas di ruas tol pada waktu yang telah ditentukan untuk lebih berhati-hati. Pengguna jalan diharapkan untuk mengatur waktu perjalanan dan mematuhi rambu-rambu serta arahan dari petugas di lapangan. “Keselamatan dalam berkendara harus selalu diutamakan,” tegas Hari.
Dampak Pengalihan Lalu Lintas terhadap Masyarakat
Pengalihan lalu lintas ini tentu saja akan berdampak pada pengguna jalan yang melintas di Tol Sumo. Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan proses mobilisasi trafo dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Bagi pengguna jalan, disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan menghindari jam-jam pengalihan agar tidak terjebak dalam antrian.
Lebih lanjut, pengalihan ini juga mencerminkan upaya PT JSM dalam menjaga infrastruktur jalan serta mendukung kebutuhan industri yang semakin meningkat, terutama dalam hal pengangkutan barang berat seperti trafo. Hal ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik di wilayah Jawa Timur.
Kesimpulan
Dengan adanya pengalihan lalu lintas sementara di Tol Sumo, diharapkan mobilisasi trafo dapat dilakukan dengan aman dan efisien. Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi semua aturan dan arahan yang ada demi keselamatan bersama. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi, langkah-langkah tersebut menjadi krusial dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Related Post
- March 25, 2026
- by Arlene Vargas
- 0
- 12:40 am
Okupansi KA Siliwangi Cipatat-Sukabumi Capai 201% Saat Mudik 2026
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melaporkan lonjakan…
- April 16, 2026
- by Arlene Vargas
- 0
- 4:44 am