Viral Pembongkaran TK di Cirebon untuk Koperasi Merah Putih
Limon SF >> Kabar Jabar>> Viral Pembongkaran TK di Cirebon untuk Koperasi Merah Putih
Viral Pembongkaran TK di Cirebon untuk Koperasi Merah Putih
CIREBON – Sebuah video yang merekam pembongkaran bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, menjadi viral di media sosial. Video berdurasi 01:33 menit tersebut menunjukkan proses penghancuran tembok bangunan TK diiringi suara seorang perempuan yang menyampaikan keluhannya mengenai tindakan tersebut kepada Presiden dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pembongkaran Bangunan TK
Dalam video tersebut, terlihat jelas bagian atap genting bangunan yang telah diturunkan, menyisakan hanya kerangka bangunan. Kejadian ini memicu banyak reaksi dari masyarakat, mengingat bangunan tersebut selama ini digunakan untuk kegiatan pendidikan anak-anak.
Pernyataan Camat Kaliwedi
Menanggapi hal ini, Camat Kaliwedi, Hardomo, memberikan penjelasan terkait alasan di balik pembongkaran tersebut. Ia menyatakan bahwa bangunan TK tersebut berdiri di atas tanah milik desa. Dari tiga ruangan yang digunakan untuk TK, dua di antaranya sebelumnya merupakan bangunan yang digunakan untuk kegiatan PKK dan Karang Taruna.
“Dulu, karena kegiatan PKK tidak berlangsung setiap bulan dan sering kosong, sedangkan TK belum memiliki gedung sendiri, maka ruangan tersebut dipakai untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkap Hardomo.
Sejarah Taman Kanak-Kanak
TK yang terlibat dalam pembongkaran ini berada di bawah naungan Yayasan Darul Faruq dan telah berdiri sejak tahun 1980. Penggunaan bangunan PKK dan Karang Taruna sebagai ruang belajar TK telah mendapatkan izin dari kepala desa pada saat itu. Hardomo menekankan bahwa kedua bangunan yang dibongkar adalah milik desa, sedangkan satu bangunan lainnya yang masih digunakan adalah bangunan yang didirikan oleh yayasan.
Dampak dan Konteks Pembongkaran
“Bangunan tersebut berdiri di tanah milik desa. Jika yayasan ingin melaksanakan aktivitas pendidikan, seharusnya dilakukan di atas tanah milik mereka sendiri. Desa tidak pernah memaksa mereka untuk membangun di lokasi ini,” tegas Camat Hardomo, menjelaskan posisi pihak desa dalam situasi ini.
Keputusan untuk membongkar ini berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat, terutama orang tua yang mengandalkan TK tersebut untuk pendidikan anak-anak mereka. Pembongkaran ini juga menciptakan pertanyaan mengenai bagaimana fasilitas pendidikan dapat dikelola dengan baik antara pemerintah desa dan yayasan.
Kesimpulan
Pembongkaran bangunan TK di Cirebon untuk mendukung pembangunan Koperasi Merah Putih telah menimbulkan polemik di masyarakat. Meskipun alasan pembongkaran tersebut berlandaskan pada status kepemilikan tanah, dampak bagi pendidikan anak-anak menjadi hal yang layak dicermati. Dalam kondisi seperti ini, penting bagi pemerintah desa dan pihak yayasan untuk mencari solusi yang saling menguntungkan agar pendidikan anak-anak tetap terjaga.
Related Post
- March 10, 2026
- by Arlene Vargas
- 0
- 5:03 pm