Menkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi di Tengah KLB Campak
REPUBLIKA.CO.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya imunisasi untuk menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di berbagai daerah. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian, terutama pada anak-anak, sehingga perlindungan melalui vaksinasi sangat diperlukan.
“Kita amati di awal tahun ini banyak yang terjangkit, jadi harus benar-benar kita tekan cepat. Apalagi menjelang Lebaran, potensi penularan bisa semakin tinggi,” ungkap Menkes Budi saat menghadiri penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).
Pentingnya Imunisasi untuk Perlindungan Anak
Menkes Budi mengingatkan bahwa vaksin campak telah terbukti efektif dalam menekan penyebaran penyakit ini. Dia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak melalui imunisasi campak. “Imunisasi bukan hanya melindungi anak, tetapi juga menjaga lingkungan, termasuk teman-teman di sekolah,” jelasnya.
Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak dengan 67 kematian. Sementara itu, pada tahun 2026 tercatat 8.810 kasus dengan 5 kematian. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dan perlu perhatian lebih.
Risiko Infeksi Campak pada Anak
Penting untuk dicatat bahwa anak-anak di bawah usia lima tahun memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap infeksi campak. Menkes Budi menjelaskan bahwa ketidakberanian orang tua untuk melakukan imunisasi dapat berakibat fatal bagi anak-anak mereka. “Ketika anak tidak terimunisasi, risiko terpapar campak meningkat, dan mereka bisa menularkannya kepada orang lain,” tambahnya.
KLB Campak di Berbagai Wilayah
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, KLB campak terjadi di 87 kabupaten/kota di Indonesia. Sedangkan pada awal tahun 2026, KLB dilaporkan terjadi di 24 kabupaten/kota. Ada 10 daerah yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Padang, Kabupaten Garut, Kabupaten Sleman, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tojo Una-Una, dan Kota Makassar.
Lebih dari 67 persen kasus konfirmasi campak tidak memiliki riwayat imunisasi. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Kesimpulan
Dengan adanya peningkatan kasus campak, terutama menjelang Lebaran, penting bagi orang tua untuk melengkapi imunisasi anak-anak mereka. Imunisasi bukan hanya bertujuan melindungi individu, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Meningkatkan kesadaran dan akses terhadap vaksinasi dapat membantu mencegah KLB campak di masa depan.
Related Post
- April 4, 2026
- by Arlene Vargas
- 0
- 10:37 pm
Pencegahan Stunting di Bekasi Melalui Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan
REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Upaya menurunkan angka stunting di Indonesia terus dilakukan melalui berbagai inisiatif pencegahan…
- April 8, 2026
- by Arlene Vargas
- 0
- 7:54 am