BSN dan Universitas Nusa Mandiri Perkuat Program IEP 3+1
Limon SF >> Pendidikan>> BSN dan Universitas Nusa Mandiri Perkuat Program IEP 3+1
BSN dan Universitas Nusa Mandiri Perkuat Program IEP 3+1
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Standardisasi Nasional (BSN) berkomitmen untuk meningkatkan keterkaitan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja dengan menerima kunjungan dari Universitas Nusa Mandiri (UNM) pada Rabu (11/2/2026). Universitas yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis ini membahas berbagai peluang kolaborasi strategis, khususnya dalam penguatan Internship Experience Program (IEP) 3+1 yang menjadi flagship program di UNM.
Rombongan UNM dipimpin oleh Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik, Arif Hidayat, dan disambut oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (Pusbang SDM SPK) BSN, Arini Widyastuti, beserta timnya. Pertemuan ini menjadi wadah diskusi mengenai penciptaan ekosistem yang mendukung keberhasilan program IEP 3+1.
Pentingnya Program IEP 3+1
Program IEP 3+1 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi akademik mereka secara langsung di lembaga-lembaga nasional, termasuk BSN. Arif Hidayat menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UNM untuk melakukan magang di BSN. “BSN merupakan mitra strategis yang mampu memberikan pengalaman lapangan bernilai tinggi bagi mahasiswa. Program IEP 3+1 dirancang untuk mempercepat kesiapan kerja, dan kolaborasi dengan lembaga seperti BSN menjadi kunci,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (6/3/2026).
Kesiapan BSN dalam Mendukung Kolaborasi
Menanggapi pernyataan tersebut, Arini Widyastuti menegaskan bahwa BSN siap untuk menjajaki berbagai bentuk dukungan kolaboratif dengan perguruan tinggi. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Sinergi dengan kampus sangat penting untuk menyiapkan talenta masa depan yang memahami prinsip standardisasi sejak dini,” ungkapnya.
Selama pertemuan, sejumlah ruang sinergi konkret dibahas, termasuk Training of Trainers (ToT) untuk peningkatan kapasitas dosen, kuliah umum oleh para pakar BSN, serta pengembangan skema magang bersertifikat yang terstruktur. Selain itu, terdapat juga peluang untuk kerja sama dalam pengembangan kurikulum, pendirian SNI Corner di lingkungan kampus, serta kolaborasi dalam kegiatan akademik dan profesional lainnya.
Model Kemitraan Strategis
Kunjungan ini menjadi tanda dimulainya babak baru dalam kemitraan strategis antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi. Sinergi antara BSN dan Universitas Nusa Mandiri diharapkan dapat menjadi model untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini sangat penting bagi pembangunan nasional, khususnya dalam menyiapkan talenta unggul yang siap berkontribusi dalam berbagai sektor.
Dengan adanya program IEP 3+1, diharapkan mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di bangku kuliah, tetapi juga pengalaman praktis yang berharga. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Related Post