Kondisi PMI asal Bandung Barat di Timur Tengah

PMI Asal Bandung Barat Aman di Timur Tengah, Pemkab Tunggu Info

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Situasi konflik yang memanas di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Dewi Andani, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (P3TKT) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB, mengungkapkan bahwa jumlah PMI yang tercatat belum mencakup mereka yang berangkat secara unprosedural serta yang bekerja di sektor informal.

Menurut Dewi, estimasi jumlah PMI yang berangkat secara tidak resmi melalui calo diperkirakan jauh lebih banyak. “Ibarat fenomena gunung es, kenyataan baru akan terungkap saat sudah terjadi masalah,” ujarnya.

Data PMI Bandung Barat di Timur Tengah

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Disnaker KBB, pada tahun 2024 terdapat 99 PMI asal Bandung Barat yang bekerja di berbagai negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania. Untuk tahun 2025, jumlah tersebut diperkirakan mencapai 90 orang dengan tujuan negara yang sama. Sementara itu, hingga awal Maret 2026, tercatat 21 PMI asal KBB yang bekerja di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

“Data tersebut mencakup PMI yang bekerja secara resmi di sektor formal. Tidak ada yang bekerja di Iran,” tambah Dewi saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3/2026).

Kondisi dan Keamanan PMI

Saat ini, Disnaker KBB belum menerima laporan mengenai kondisi atau kendala yang dihadapi oleh para PMI di tengah situasi geopolitik yang tegang. Meskipun demikian, pihaknya berencana untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memastikan perlindungan dan pemantauan terhadap PMI asal KBB.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga menunggu informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait keadaan warga KBB, termasuk PMI yang berada di Timur Tengah. “Sementara ini, Insya Allah mereka masih aman. Kami terus menunggu update informasi dari Kemenlu dan melakukan koordinasi dengan KP2MI mengenai nasib PMI asal KBB,” ungkap Dewi.

Dampak Situasi Geopolitik bagi PMI

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah tentu berpotensi mempengaruhi situasi PMI asal Indonesia, khususnya yang berasal dari Bandung Barat. Mengingat mereka bekerja di sektor formal dan legal, perhatian harus diberikan agar mereka mendapatkan perlindungan yang layak. Hal ini menjadi penting mengingat banyak PMI yang berangkat secara unprosedural, yang dapat berisiko lebih tinggi dalam situasi konflik.

Untuk itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Kemenlu, dan KP2MI sangat diperlukan. Dengan langkah-langkah proaktif, diharapkan PMI asal Bandung Barat dapat terus bekerja dengan aman dan terlindungi di luar negeri.

Kesimpulan

Amanah pemerintah untuk melindungi PMI harus ditegaskan di tengah ketidakpastian yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Masyarakat di Bandung Barat diharapkan tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah mengenai kondisi PMI mereka. Penanganan yang baik dari pemerintah akan sangat berpengaruh terhadap rasa aman dan perlindungan para pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post